Memasuki awal 2026, PT PLN (Persero) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui berbagai inisiatif strategis, seperti : Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Mikro, PLN aktif mendorong UMKM untuk "naik kelas" melalui pelatihan strategi digital dan bantuan sarana produksi.
Pada akhir 2025, program seperti Hub UMK telah
memfasilitasi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar online dan pameran
nasional. Di beberapa wilayah, PLN memberikan bantuan mesin produksi guna
meningkatkan efisiensi usaha rumah tangga., Kemudian Peningkatan Konektivitas
Listrik Pedesaan.
Program Listrik Desa (Lisdes) dan inisiatif "Light
Up The Dream" (donasi sambung listrik gratis) menjadi penggerak
ekonomi produktif di wilayah terpencil. Hingga pertengahan 2025, puluhan ribu
keluarga kurang mampu telah menerima bantuan sambungan listrik yang
memungkinkan mereka menjalankan kegiatan ekonomi di malam hari secara lebih
efisien.
Dukungan Stimulus dan Efisiensi Tarif, Memasuki Januari
2026, PLN tetap menyediakan akses listrik yang terjangkau bagi pelanggan rumah
tangga ekonomi bawah dan sektor industri. Melalui berbagai promo seperti diskon
tambah daya (misalnya promo "Power Hero" pada November 2025), PLN
membantu pelaku usaha kecil untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan biaya
yang lebih kompetitif. Kontribusi Ekonomi Nasional, Sebagai BUMN, PLN
memberikan kontribusi signifikan terhadap kas negara. Pada pertengahan 2025,
PLN menyetorkan lebih dari Rp 65,59 triliun melalui pajak, dividen,
dan PNBP.
Eksekusi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)
2025-2034 juga diproyeksikan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar
1,4% per tahun melalui penyerapan tenaga kerja dan investasi infrastruktur
energi.
Secara ringkas, PLN berfungsi sebagai motor pertumbuhan
ekonomi dengan memastikan ketersediaan energi yang stabil bagi industri
sekaligus menyediakan program pemberdayaan langsung bagi masyarakat akar
rumput. Dan saat ini peningkatan ekonomi pun akan dirasakan oleh warga masyarakat
di wilayah kecamatan Lunyuk dan sekitarnya dengan penambahan mesin 3 MW. Ujar Manager
Unit Pelaksana pembangkitan Tambora, Doddy Riqki. Demikian
Jurnalis Joni Irawan

